Jenis Jenis Kopling

Masing-masing kendaraan, baik motor ataupun mobil pasti sudah dilengkapi dengan sistem kopling. Namun, bagaimana untuk kendaraan matic (otomatis)? Apakah tipe kendaraan matic mempunyai kopling? Jangan beranggapan bahwa mobil atau motor matic tidak mempunyai kopling, karena anggapan seperti itu salah.

Perlu kamu ketahui, sepeda motor ataupun mobil yang tidak menggunakan transmisi manual ini tetap menggunakan sistem kopling. Tapi, jenis kopling matic ini berbeda dengan kopling manual.

Nah, apakah kamu mengetahui apa saja jenis jenis kopling yang ada pada kendaraan motor dan mobil? Jika belum mengetahui, silahkan simak ulasan yang sudah saya cantumkan di bawah ini.

Pertama-tama, saya akan membahas mengenai…

Pengertian Kopling

jenis jenis kopling
federaloil.co.id

Kopling merupakan bagian otomotif yang mempunyai fungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke bagian transmisi.

Tenaga mesin harus berputar supaya proses perpindahan gigi transmisi akan bekerja dengan baik.

Berikut fungsi kopling untuk setiap kendaraan mobil atau pun motor.

  • Membuat perpindahan transmisi terasa lebih gampang.
  • Menyetop kendaraan tanpa harus mengatur tuas gigi ke posisi netral.
  • Membuat kendaraan dapat melaju bebas tanpa harus tertahan oleh engine brake.
  • Supaya akselerasi kendaraan bisa melaju dengan mulus.

Supaya bisa mendapati kenyamanan ketika mengendarai sebuah kendaraan, pastinya sistem kopling harus mempunyai beberapa syarat seperti ini.

  • Bagian kopling harus dapat menyambungkan dan memutus tenaga mesin ke transmisi dengan halus.
  • Sistem kopling juga harus bisa bekerja untuk mendistribusikan tenaga mesin ke bagian transmisi dengan benar, supaya tidak terjadinya selip ketika kendaraan sedang melaju.
  • Selain tanpa selip dan halus, sistem kopling pun harus bekerja dengan cepat. Karena nantinya sistem ini harus bisa memutus dan menghubungkan putaran tenaga mesin dengan cepat, supaya akselerasi pada kendaraan akan tetap terjaga.

Jenis Kopling Sesuai dengan Cara Kerjanya

jenis jenis kopling
cintamobil.com

Sesuai dengan cara kerjanya, komponen kopling ini mempunyai tiga jenis. Diantaranya sebagai berikut.

Kopling Gesek

Kopling gesek merupakan jenis kopling yang sering ditemui di setiap kendaraan. Karena pada dasarnya, mobil ataupun motor yang menggunakan sistem transmisi manual biasanya menggunakan jenis kopling gesek.

Sama seperti namanya, jenis kopling ini akan bekerja dengan cara memanfaatkan bahan yang saling bergesekan satu sama lain. Berikut gesekan yang akan diperoleh dari tiga bagian ini, diantaranya:

  • Fly wheel
  • kampas kopling
  • Pressure plate

Nah untuk kampas kopling sendiri akan menerima gesekan dari dua komponen di atas.

perlu kamu ketahui, kopling gesek pun dapat disebut sebagai kopling manual, lantaran kopling tersebut diatur secara manual oleh pengendaranya. Sedikit informasi, jenis kopling gesek ini terdiri dari berbagai macam, diantaranya adalah:

  • Kopling plat tunggal yang hanya mempunyai satu kampas kopling untuk dijadikan sebagai tempat penggesekan.
  • Kopling multi plate jenis kopling multi plate mempunyai susunan plat yang jumlahnya lebih banyak. Biasanya, jenis kopling seperti ini banyak diaplikasikan untuk kendaraan sepeda motor.

Kopling Otomatis

Kopling otomatis merupakan bagian yang memiliki fungsi untuk menyambungkan dan memutus putaran tenaga mesin secara otomatis. Biasanya, tipe ini kerap disebut dengan sebutan Torque Converter. Kamu bisa menemukannya pada mobil yang mengusung sistem transmisi otomatis.

Cara kerja dari torque converter pun beda dengan jenis kopling gesek. Tipe ini tak lagi memanfaatkan gesekan bahan, tapi memanfaatkan tekanan yang dihasilkan oleh hidrolik.

Nah untuk prinsip kerjanya, torque converter sama seperti dua kipas yang jaraknya saling berdekatan. Apabila salah satu kipas tersebut berputar, maka akan ada udara yang masuk menyentuh kipas yang diam, sehingga kipas yang tadinya diam akan ikut berputar sesuai dengan aliran udara yang masuk.

Untuk jenis kopling otomatis ini, kipas akan digantikan dengan dua turbine yang mana masing-masing dari turbine tersebut akan berhubungan dengan mesin dan juga bagian transmisi.

Sedangkan untuk tempat sirkulasinya ialah cairan hidrolik, karena benda tersebut tidak mempunyai sifat seperti kompresi. Sehingga sangat efesien jika dipakai untuk menerapkan skema seperti ini.

Kopling Magnet

Perlu kamu ketahui, kopling magnet termasuk ke dalam kategori semi otomatis. Kenapa bisa seperti itu? Karena pemakaiannya pun tidak secara langsung yang terkait dalam cara kerjanya. Sedangkan, mekanisme kopling magnet ini menggunakan gaya tarik magnet untuk memutuskan dan menghubungkan aliran tenaga ke bagian transmisi.

Untuk prinsip kerja kopling magnet sendiri ialah, ketika ada alur listrik yang mengalir ke bagian field coil, maka ketika itu akan membuahkan kemagnetan. Setelah itu, magnet tersebut akan menarik plat agar menempel pada bagian pulley utama.

Jadi, ketika pulley bekerja, maka plat tersebut pun akan ikut berputar. Nah, apabila alur listrik terhenti atau dihentikan, maka hubungan antar plat dan pulley ini akan renggang secara otomatis.

Biasanya, sistem ini tidak digunakan untuk mentransfer tenaga mesin ke bagian transmisi. Namun, lebih ke bagian sistem yang terlihat sederhana. Misal saja contohnya pada sistem AC, kamu akan mendapati magnet clutch pada kompressor AC.

Jenis Kopling Menurut Pengendalian

jenis jenis kopling
otogembel.wordpress.com

Sedangkan untuk jenis kopling menurut pengendaliannya dibagi menjadi 3 bagian, apa saja? Diantaranya sebagai berikut:

Kopling Mekanis

Untuk kopling mekanis, jenis ini sering digunakan untuk kendaraan bermotor. Salah satu ciri dari sistem mekanis ini ialah, menggunakan kabel yang dibuat dari bahan kawat untuk menautkan bagian handle menuju kopling.

Perlu diketahui, keuntungan dari kopling mekanis ini ialah tidak akan ada kebocoran fluida, atau juga bisa disebut dengan istilah masuk angin,

Tapi, kekurangan dari kopling mekanis ini berada pada kabelnya, yang mana kabel tersebut terbuat dari bahan kawat logam yang dapat memuai.

Oleh karena itu, untuk kopling mekanis ini sangat perlu dilakukan penyetelan sehingga kopling tersebut akan bekerja lebih baik dan juga nyaman ketika digunakan.

Kopling Hidrolik

Selain kopling mekanis, adapun jenis kopling lainnya yang memanfaatkan sistem hidrolik sama persis seperti sistem rem. Untuk kopling hidrolik sendiri cara kerjanya pun bisa dikatakan sama dengan sistem pengereman hidrolik.

Lalu, apa keunggulan dari kopling hidrolik? Yaitu bekerja lebih responsif dan juga efektif, dikarenakan tidak akan memuai seperti kawat logam. Biasanya, tipe kopling seperti ini akan terasa lebih sensitif, terlebih ketika ada udara yang masuk ke dalam sistem.

Oleh karena itu, untuk menjaga kinerja tetap optimal, kopling hidrolik ini jangan sampai tidak diperhatikan perawatannya.

Kopling Sentrifugal

Nah jenis kopling yang terakhir adalah sentrifugal. Tapi, mekanisme dari kopling ini dikendalikan oleh RPM mesin. Apabila RPM mesin semakin menjulang tinggi, maka hubungan kopling pun  akan semakin erat. Itulah cara kerja kopling sentrifugal yang perlu kamu ketahui.

Kenapa bisa disebut dengan kopling sentrifugal? Karena kopling ini memanfaatkan gaya sentrifugak untuk menautkan input dari mesin ke output terkait dengan transmisi.

Biasanya, kopling ini digunakan untuk motor bebek.

Jenis Kopling Berlandaskan Pelumas

jenis jenis kopling
mamangbengkel.com

Kopling ini mempunyai dua bagian, yang mana masing-masing dari kopling tersebut ada penjelasannya. Untuk jelasnya, silahkan langsung saja simak ulasan di bawah ini.

Kopling Basah

Untuk jenis kopling basah, dapat kita jumpai pada kopling motor. Kenapa bisa disebut dengan kopling basah? Karena bagiannya terendam oleh cairan oli mesin.

Keunggulan dari kopling basah ialah, kampas kopling akan jauh lebih awet daripada dengan kopling kering. Itulah alasan kenapa para pengguna motor kopling jarang mengganti plat dan kampasnya. Kalaupun harus mengganti kampas, itupun dalam satu tahun belum tentu diganti karena saking awetnya.

Kopling Kering

Jika kopling basah terendam oleh oli mesin, maka kopling kering tidak memanfaatkan oli atau pelumas di dalam komponennya. Bisa dibilang, apabila ada cairan pelumas yang mengenai bagian kopling, hal tersebut bisa memberikan dampak buruk terhadap kopling, yaitu kopling akan selip ketika kendaraan digunakan.

Biasanya yang menggunakan kopling kering adalah kendaraan bermobil, yang mana jenis kopling ini potensi terjadinya selip sangat kecil. Kenapa? Karena permukaan komponennya tidak terendam oleh pelumas.

Itulah kenapa kopling kering bisa mempunyai sifat independen, karena tidak tergantung terhadap kualitas oli mesin.

Tinggalkan komentar